Skip to content

Liburan dengan Makan Saksang.

Juli 8, 2011

Bukan rahasia lagi kalau Mayoritas suku Batak yang beragama Kristiani sangat mengidolakan makanan yang satu ini. Ya, makanan tersebut adalah saksang (daging babi cincang). Makanan ini menurut saya adalah makanan yang cukup penuh dengan kontroversional kalau kita tinjau dari segi agama. Ada yang melarang, dan ada juga yang menghalalkan. Akan tetapi dalam kesempatan ini, saya tidak akan membahas tentang hal tersebut. Saya hanya ingin berbagi kepada teman-teman disini tentang pengalaman saya dengan makanan ini pada waktu liburan kemarin di Boyolali.

Menurut saya saksang itu sangat enak sekali. Lebih enak dari daging sapi dan kerbau. Pada kenyataannya, Makanan ini memang salah satu makanan favorit dari sekian banyak makanan khas suku Batak yang saya ketahui seperti naniura (ikan yang dimasak dengan asam), naniarsik (ikan mas yang dimasak dengan cara khusus), dan lain-lain. Salah satu faktor keunggulannya adalah seperti yang saya sebutkan tadi, karena dagingngya yang enak.

Perlu diketahui, bahwa makanan ini juga sering menjadi langganan ketika ada suatu acara pegelaran adat. Seperti pernikahan, kematian, dan pesta ada lainnya. Rata-rata lauk yang akan disajikan untuk para tamu undangan adalah sanksang ini, dan memang sudah begitulah adat-istiadat yang telah turun temurun terjadi di Suku Batak. Akan tetapi dalam suatu hal disediakan juga lauk bagi para parsubang (yang pantang terhadap daging babi).

Hal inilah yang saya rasakan ketika saya liburan di Boyolali Minggu kemarin. Kebetulan dari kampus saya sudah mengumumkan bahwa minggu ini adalah minggu tenang menjelang ujian semester. jadi segala aktifitas perkuliahan diliburkan. saya memanfaatkan momen ini untuk berlibur di tempat saudara saya yang ada di Boyolali. Karena memang suasana dikosan saya juga sepi, jadi daripada saya kesepian mending saya bersilaturahmi ketempat sauadara.

Kebetulan kemarin ito (saudara perempuan) saya malua (susah saya untuk mengartikannya, tapi kalau diagama katolik disebut juga dengan istilah Krisma). Jadi dari pihak keluarga membuat suatu acara syukuran. Syukurannya berupa makan bersama dengan seluruh keluarga. Kebetulan lauk yang disajikan oleh keluarga saya adalah saksang. Jadi secara langsung saya ikut terlibat dalam proses masak-memasak daging tersebut.

Saya merasa sangat beruntung karena memang sudah lama saya tidak makan daging ini. Maklumlah, saya masih anak kos dan didaerah kosan saya juga tidak ada yang menjual daging ini. Oleh karena itu, kemarin saya mencoba untuk memuaskan diri dengan melahap banyak daging saksang tersebut. Saya tidak menghitung berapa porsi yang saya makan. Tapi feeling saya mengatakan bahwa saya menghabiskan 2 piring lebih. WoW !! hehehehe

Berikut ini ada gambar yang saya ambil ketika memasak daging saksang tersebut. Cekidot.!!

Ini adalah teman saya yang sedang memasak saksang

Saksang sebentar lagi akan matang 

Ini dia ! saksang nya sudah siap untuk disantap..

Salah seorang teman saya yang sedang menikmati enaknya saksang

Ini juga sama seperti diatas, sedang menikmati saksang..

One Comment leave one →
  1. theo permalink
    Februari 15, 2013 1:43 am

    woaah, mantap. saksang yah emang namanya. great lah😀

    GPS Tracker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: