Skip to content

Format Koalisi di Indonesia..

Juni 12, 2010

Berbicara tentang koalisi pemerintahan di Indoneisai,sesungguhnya pola ini bukan hal yang baru di negeri ini.pada awal kemerdekaan,ketika pemerintahan menganut system parlementer,kabinet yang tebentuk merupakan hasil koalisi antara partai-partai di parlement saat itu.

Dalam ilmu politik,secara garis besar koalisi dikelompokkan atas dua.

pertama polici belind coalition,yaitu koalisi yang tidak didasarkan atas pertimbangan kebijakan ,tetapi untuk memaksimalkan kekuasaan (office seeking).

kedua,policy based coalition,yaitu koalisi berdasarkan pada preferensi tujuan kebijakan yang hendak direalisasi.

Kecenderungan yang terjadi dalam era reformasi ini,format koalisi yang dibangun adalah bentuk yang pertama.koalisi tidak berdasarkan pertimbangan kebijakan,melainkan hanya untuk meraih kekuasaan.koalisi yang dibentuk lebih didasarkan pada pragmatisme politik.

Memang ada sisi positif dalam koalisi yang selama ini dibentuk,yakni runtuhnya “sekat-sekat ideologis”.koalisi seperti ini merupakan bentuk koalisi pragmatis dan jangka pendek.mereka bergabung hanya untuk kepentingan kekuasaan belaka.

Dengan keadaan seperti ini,tidak aneh bila diantara pendukung koalisi itu sendiri terjadi perbedaan pandangan dalam mengusung suatu kebijakan .

Dalam konteks itu sering kali parpol pendukung koalisi dengan tanpa merasa bertanggung jawab sebagai bagian dari koalsi tidak merasa bersalah menentang kebijakan pemerintah itu.itu realistas terjadi.

Memang dalam koalsi manapun,bagi-bagi kekuasaan tidak bisa dihindari.Namun,dengan fokus pada platform,pengejaran kekuasaan akan digiring kearah yang menguntungkan rakyat.

sudah saatnya partai-partai duduk bersama membicarakan program-program membangun bangsa ini kedepan agar lebih baik dari sekarang.

23 Komentar leave one →
  1. Juni 12, 2010 2:38 pm

    Sudah saatnya rakyat terbangun dari buaian politisi pragmatis … 64 tahun lebih, mereka dinina bobokkan … Salam kenal.

  2. Juni 12, 2010 5:55 pm

    politik=tai kucing…

  3. Juni 14, 2010 2:29 pm

    walaupun pilihan pragmatis namun harus tetap kritiskan….dan bentuk tanggung jawabnya adalah kritis.. bukan berarti tidak bertanggung jawan.

    • Juni 14, 2010 3:15 pm

      melihat fenomena kesengsaraan rakyat saat ini,apakah itu bisa kita katakan bertanggung jawab??

  4. Juni 14, 2010 3:29 pm

    Kritis disini , tidak sependapat dengan pemerintah namun untuk masalah tanggung jawab dengan masyarakat memang terkesan tidak bertanggung jawab . Gimana kalo soal dan aspirasi .kalo kata golkar itu bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

    • Juni 15, 2010 12:24 am

      untuk soal dana dan aspirasi kalau menurut saya ini adalah ngawur,,,selain dari kebijakannya..

      dari hal ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa koalisi yang ideal itu sebenarnya tidak ada….

      kita lihat sebagai anggota dari koalisi golkar tidak mendapat dukungan dari anggota koalisi lainnya…

  5. Juni 17, 2010 3:16 am

    politik memang penuh dengan intrik… kalo gk begitu bisa nggak dapat jabatan. Koalisi memang selama ini identik dengan trik untuk bebrbagi kekuasaan..

    • Juni 17, 2010 5:59 am

      berbagi kekuasaan boleh saja asal ingat posisinya sebagai apa…..

      klo sebagai wakil rakyat yah harus jadi wakil rakyat yg baik…bukan begitu bang??

  6. Juni 17, 2010 7:08 am

    Jadi mana yang lebih asyik? Demokrasi berbasis koalisi yang sebenernya ndak lebih dari kartel2 politik atau “legitimasi” diktator yang berkedok demokrasi a la orba?

    • Juni 17, 2010 2:46 pm

      kedua nya mempunyai sisi positif dan negatif dari masing2 sistem…akan tetapi kalau menurut saya,untuk Indonesia sendiri lebih cocok menggunakan demokrasi yang sudah terkonsep sekarang ini,dengan catatan tanpa ada politik dagang sapi ataupun koalisi yang tidak masuk akal….

  7. sedjatee permalink
    Juni 18, 2010 3:07 am

    koalisi politik apapun,
    dapat dipastikan ujungnya adalah demi kekuasaan
    salam sukses..

    sedj

  8. Juni 18, 2010 4:32 am

    Gak..mantap dong kalo koalisi …
    Ngapain punya Partai kalo akhirnya koalisi ?

  9. Juni 19, 2010 12:42 am

    @ sedjatee : Bisa jadi seperti itu,,tp tidak selalu dominan

    @ Vulkanis : Bisa jadi untuk mencapai kekuasaan yg ia impi2kan…

  10. Juni 19, 2010 5:31 am

    bahas masalah politik, saya no coment dulu ya. ngak begitu paham takut salah ngomong ntar🙂

    • Juni 20, 2010 8:58 am

      hahaha….
      Gpp, disini ga ada istilah salah ngomong..kita bebas menyampaikan pendapat masing2..
      dan ini bukan jaman Orba lagi…
      orang mengkritik pemerintah aja sah2 saja….

  11. Juni 22, 2010 10:11 am

    Berkunjung….

    *saya gak ngerti politik :)*

  12. ensiformis permalink
    September 4, 2010 1:59 pm

    Koalisi selalu tidak langgeng.isu2 apa supaya koalisi itu permanen??

    • September 4, 2010 2:36 pm

      saya masih kurang paham dengan pertanyaan mu,tp biar saya perjelas sedikit tentang keberadaan koalisi yg sekarang ini terjadi.
      pada dasarnya koalisi yang berkembang sekarang ini jelas tidak berdasarkan pertimbangan kebijakan,melainkan hanya untuk meraih kekuasaan.koalisi yang dibentuk lebih didasarkan pada pragmatisme politik.
      Lihat saja Koalisi Partai Pemerintah yakni Demokrat dengan sekutunya Golkar,PKS,PPP,PKB,Dll,
      Bagaimana Hubungan mereka saat kasus century digulirkan??
      Anda mungkin bisa menjawabnya sendiri…

  13. Oktober 12, 2010 1:50 pm

    Nice blog bro.
    Tulisannya juga ok.
    Seneng bisa berkunjung ke sini.
    http://elliochowicz.com

  14. Agustus 16, 2011 7:47 pm

    I agree with your Format Koalisi di Indonesia.. “Ubi Societas, Ibi Ius”, wonderful post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: