Skip to content

Kritik Terhadap Sistem Hukum Di Indonesia

Maret 23, 2010

Indonesia merupakan salah satu negara dari sebahagian negara di belahan bumi ini yang menganut sistem negara Hukum (rechstaat) ,dimana setiap tingkah laku dan perbuatan telah dibatasi dan diatur di dalam suatu peraturan yang dinamakan Undang-Undang.

Sebagai negara Hukum, Indonesai mengkaim menganut sistem hukum eropa continental (civil law) dimana dalam menyelesaikan suatu kasus/perkara sepenuhnya diputuskan oleh Hakim dengan rujukan Undang-undang sebagai instrument tunggal.

Lain halnya dengan negara-negara yang menganut sistem hukum anglo saxon,proses penyelesaian masalah/perkarannya diselesaikan dan dinilai oleh para Juri (jury system).

sejatinya,berdasarkan sistem yang dianut oleh Indonesia yakni Civil law, memiliki suatu implikasi dan interpretasi bahwa Hukum dalam penerapannya haruslah benar-benar sesuai dengan Undang-Undang atau dengan kata lain bersifar Positivis.Tidak boleh lain dari Undang-undang karena konsep dari sistem ini memang seperti itu (setiap kesalahan harus disesuaikan dengan sanksi yang terkadung di dalam Undang-Undang).

Padahal kalau kita lihat sekarang ini,Penerapan Hukum di Indonesai sangat-sangat tidak sesuai dengan teori dan sistem yang dianut.

Tuntutan terhadap pemberlakuan Hukum Progresif,Proses Penal Mediasi,Pemberlakuan Hukum Adat,sebenarnya sangat menyalahi sistem hukum di Indonesai karena kalau memang betul-betul ingin melihat keadilan itu dari masyarakat kenapa tidak sekalian aja kita mengadopsi sistem Hukum Anglo Saxon.Dimana setiap perilaku harus disesuaikan dengan keadaan Masyarakat,Nilai-nilai yang terkadung di masyarakat bisa digali untuk dijadikan landasan Hukum,Hakim dapat menggali hukum dengan mengesampingkan undang-undang.Disinilah sebenarnya kesalahan dari sistem Hukum itu sendiri..

Jadi,Apakah kita akan tetap bertahan dan menjalankan sistem Hukum kita yang seperti ini ????

19 Komentar leave one →
  1. Maret 26, 2010 5:30 am

    Lho, kok aneh ya. Padahal sudah mengklaim, tapi melenceng sendiri. Sapa yang salah?

  2. Maret 26, 2010 2:52 pm

    Hukum dan Kitab Undang Hukum Kita di rancang oleh DPR (Wakil Rakyat), tetapi banyak rakyat yang justru merasa tidak adil dalam pelaksanaannya… Belum lagi praktek makelar kasus, hukuman penjara pencuri 10 juta sama dengan koruptor 10 Milyar..
    Aneh sekali hukum kita ya???

  3. Maret 27, 2010 3:48 am

    hemp udah bosen rasanya liat dan denger berita seperti ini kayanya kok malahan pencuri nya sama penegak hukumnya dia juga yah orangnya tapi kita liat dulu aja lah gemana kelanjutan
    salam

  4. Maret 27, 2010 6:57 pm

    Horas lae. Hepeng na mangatur dunia on…

  5. ian permalink
    Maret 28, 2010 5:12 am

    ehm, kunjungan perdana nich🙂

    masalahnya uang bisa dikatakan jadi dewa😦

    • Maret 28, 2010 8:24 am

      Thanks atas kunjungannya….
      senang berkenalan dengan anda….

      uang sebagai dewa bisa dibilang adalah prinsip sebahagian orang…

  6. Maret 28, 2010 6:47 am

    yang perlu diperbaharui dan diservis moral dan i’tikadnya yaitu para penegak hukum itu sendiri… toh, manusia lah yang mengendalikan semua aturan yang ada..

    • Maret 28, 2010 6:49 am

      dan kata org sih, aturan itu dibuat untuk dilanggar, bener ga sih??😕

      • Maret 28, 2010 8:26 am

        @ rose ==> benar sekali mbak Rose,tp memperbaiki nya yg sulit,ada usul??

        @ Sunflo ==> itu tidak benarlah,,,aturan itu diciptakan untuk ketertiban manusia,…hehehe,..ada2 aj sunflo ini…

  7. sedjatee permalink
    Maret 30, 2010 3:35 am

    Sahabat Sejati…
    Telah ada 83 komentar pada Kuis Sahabat Sejati, termasuk darimu…
    Terima kasih atas partisipasinya, Sahabat Sejati
    Semata itu semua untuk menjalin persahabatan antara kita
    Semoga berkenan untuk selalu menjadi Sahabat Sejati
    Salam sukses dan terima kasih…

    sedjatee
    http://sedjatee.wordpress.com

  8. Maret 30, 2010 4:44 am

    Hukum kita sungguh nggak jelas bro, timbangannya berat sebelah dan tergantung duit.
    Apalagi praktek MARKUS yang sudah terungkap, sepertinya percuma kita mengoar2kan reformasi ternyata akar dari KKN ini masih belum tanggal juga meski udah 10 tahun.
    Terus beri kritik terhadap hukum negeri ini sob!!

  9. April 1, 2010 7:56 am

    @ Sedjate ==> terimakasih juga….thanks atas invention dan kunjungannya…

    @ Fansmaniac ==> memang benar, kasus makar memang sedang marak2nya terungkap..ntah karena apa baru sekarang ini baru terungkap..tp semua ini kita percayakan kepada lembaga penegak hukum yg berwenang supaya dalam penyelesaiaanya bisa konsisten tercapai dan jangan lupa awasi juga penyelidikan dan penyidikannya…thanks b4

  10. April 4, 2010 1:13 am

    Hmmmm… artinya di sini nasib para terdakwa ditentukan oleh hakim. 100% oleh hakim. Kalo penganut Anglo Saxon berarti pengaruh hati masih ada, karena ditentukan oleh Juri.
    Tapi pertanyaan saya, apakah masih bisa ya sekarang ini sistem hukum kita dirubah?

  11. Agustus 29, 2012 11:48 am

    Anglo saxon maupun eropa kontinental adlh sbuah sstem hukum buatan manusia.tdk ada yg paling benar.artiny, jgnkan mengadopsi salah satu atau slh duany,qt g pake dua2ny jg g mslh.itulh ciri khas hkm qt.y eropa kntntl krn brdsr aturn perundng undngn,tp jg anglo saxon krn dlm bbrp ptsn hakim ad jg yg merujuk pd yurisprudnsi.mslh buat lu?(hehe.just kidng)

  12. Mei 1, 2013 3:58 pm

    Seharusnya di tentukan Pasal aja, ga usah lah main hati. Ntar berat sebelah ke pejabat. Negara ini udah byk yg terkontaminasi, udah krisis kepercayaan kita.
    http://radikalbebasindonesia.wordpress.com/ follow https://twitter.com/Bebasradikal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: