Skip to content

IRONIS,ETIKA DAN PERILAKU ANGGOTA DPR-Pun SEMAKIN MENJADI-JADI

Maret 3, 2010
tags:

“Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu ’setuju’ ”

sepenggal syair Lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals yang menggambarkan Perilaku dari Para anggota DPR.

Sungguh ironis bila kita perhatikan ketika berbagai media elektronik televisi secara umum menayangkan secara terbuka Rapat Paripurna DPR Pada hari selasa 2 Maret 2009,dengan agenda Pembahasan dan voting terhadap pelanggaran Kasus Bank Century.

Tentu kita semua sudah mengetahui apa yang terjadi pada saat itu di Gedung Paripurna,mulai dari sidang dibuka sampai sidang ditutup secara sepihak oleh Ketua DPR Sendiri tanpa meminta pertimbangan dari para wakil anggota DPR,dimana lagi-lagi perilaku dan etika wakil rakyat sangat tidak layak untuk ditiru dan tidak sesuai dengan nama yang ia sandang yakni sebagai wakil rakyat.

Ketika sidang Peripurna dimulai dan dibuka oleh Ketua DPR ,Ketua Pansus Century Pak Idrus Marhan Langsung membacakan Laporan Hasil Pansus dari berbagai Fraksi untuk didengarkan semua anggota Dewan sebagai pertanggung jawaban atas Pansus yang telah dibentuk.
Akan tetapi,setelah Pembacaan Laporan Hasil Pansus selesai ntah karena apa semua anggota langsung buyar dan banyak yang interupsi. sampai-sampai salah satu anggota DPR dari fraksi Golkar nekat maju kedepan kursi Pimpinan untuk interupsi,bahkan sempat melemparkan botol minuman mineral kepada sang Ketua DPR.

saya tidak tahu apa penyebab akan hal ini,akan tetapi menurut berita yang berkembang ada yang menyatakan bahwa ketua DPR menutup sidang secara sepihak tanpa mengindahkan interupsi dari berbagai anggota DPR dan tanpa meminta pertimbangan dan persetujuan dari pada wakil DPR sebelum menutup sidang,

Dalam hal ini saya tidak akan membahas secara jauh tentang isu politik mengapa hal ini bisa terjadi,apa penyebabnya,siapa yg bertanggung jawab,Dll.saya mungkin akan membahas itu di tulisan dan topik yang berbeda…..

Tetapi yang jelas dalam hal ini saya akan mengatakan bahwa perilaku DPR sudah diluar ranah biasa bahkan perilaku ini sungguh diluar akal sehat.Tidak terlalu berlebihan bila saya katakana bahwa ini sudah termasuk kedalam pelanggaran contemt of Paerlement bahkan bisa juga dikategorikan kedalam contempt of court.Mengapa? Bahwa sejatinya rapat paripurna itu merupakan rapat sidang yang dilakukan oleh Parlement dengan Ketua DPR yang bertindak sebagai Hakimnya.

Oleh karena itu,untuk penyelesaian masalah ini mungkin bisa dibawa kepada Badan Pengawas etika DPR atau apalah namanya lembaga di DPR yang bisa memberi peringatan dan sanksi terkait hal ini..

Sebenarnya perilaku seperti ini,bukanlah pertama kali terjadi di Gedung Parlement ini,menurut data dan fakta yang berkembang telah terjadi beberapa kali pelanggaran dan perilaku yang tidak beretika oleh anggota DPR.Tetapi saya tidak mengerti ntah kenapa,biasanya orang kalau sudah berbuat salah dan ditegor oleh orang lain dan untuk kedua kalinya mungkin untuk hal yang sama dia tidak akan melakukan hal yang sama lagi. intinya bisa belajar dari kejadian sebelumnya lah.

Padahal kalau kita lihat dari segi latar belakang pendidikan rata-rata mungkin anggota DPR sudah berizasahkan S1,S2,Doktor,bahkan ada juga yang udah Profesor.Apa memang sewaktu menempuh pendidikan akademik mereka tidak diajari etika??saya tidak tahu,tapi tidak mungkin lah menurut saya,toh waktu SD aja sudah ada mata pelajaran Budi Pekerti jadi mustahil kalau mereka tidak tahu bagaimana itu etika yang.
Jadi apa sebenarnya yang salah??

Ya kembali lagi lah mungkin kepada kesadaran yang kurang.
Lebih tepatnya Moral para anggota DPR yang tidak ada.
Sudah beruntung dipilih oleh rakyat,diberi fasilitas yang mewah,gaji yang besar (Seperti yang saya tulis di artikel sebelumnya),apalagi yang kurang??

Saya tidak tau lagi mau bilang apa tapi yang penting untuk kesekian kalinya saya kecewa dengan sikap dan perilaku para anggota DPR,dan saya rasa kebenyakan rakyat Indonesai juga sama dengan saya.

Mungkin waktulah yang bisa menjawab ini semua,semoga para anggota DPR seiring dengan berjalannya waktu bisa menyadari akan sikap dan perbuatannya yang tidak punya etika…

12 Komentar leave one →
  1. Maret 6, 2010 12:25 am

    Dapat dipastikan, sepanjang kinerja lembaga-lembaga negara (eksekutif dan legislatif) dicurigai menyimpang dan tidak mampu mewakili tuntutan kelompok di luar lingkar kekuasaan negara (rakyat), maka sepanjang itu pula gelombang protes sosial dari kelompok ekstra parlemen akan senantiasa muncul.

    • Maret 6, 2010 6:38 am

      Benar sekali Bang Iwan,tetapi yg saya kawatirkan apabila hal2 seperti terus berlanjut,artinya tidak adanya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan maka bukan tidak mungkin peristiwa 1998 terulang kembali.
      artinya bagaimana pun kekuatan “people power’ akan digerakkan…

      -Salam-

  2. Maret 7, 2010 9:24 am

    waduh.. klo masalah yang ini jelas sy kecewa sbg rakyat.. gak bisa diungkapkan lg kekecewaan itu.. apakah ini wujud angota dewan kita dalam memperjungkan aspirasi rakyat? di siarkan lie aja udh gini, apalagi yg tertutup. pasti yg ada hanya perang cacian dan makian untuk mempertahankan kepentingan kelompok dan indiidunnya semata. apalagi mengatasnamakan rakyat.. katannya suara rakyat suara tuhan, tapi mewakilo rakyat yg mana? perpolitikan busuk yang selalu membodohi masyarakat. moga mereka sadar dan kembali kejalan yg benar..😀

    • Maret 7, 2010 1:05 pm

      Yang Paling fatalnya,udah berbuat begitu ga merasa malu lagi…

      Thanks atas tanggapannya.

  3. sedjatee permalink
    Maret 8, 2010 11:33 pm

    salam kenal… analisis yang mantaps Bung…
    btw, si poltak tuh,, bikin malu korps tapanuli saja…
    salut deh sama Maruarar Sirait, muda n cerdas…
    jangan seperti si poltak deh, malu kita, hehehe….
    thanks kunjungannya… salam sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    • Maret 9, 2010 12:39 pm

      si Poltak ???

      Hahaha…

      mau gmn lagi bro,itulah namanya politik,sudah barang tentu dia harus membela partainnya..tp,ya negatifnya itulah yg u bilang tadi memalukan buat orang tapanuli…

      thanks bro atas tanggapannya..

      salam kenal.
      Horas…

  4. Maret 9, 2010 11:51 pm

    dan kita berharap ada sikap yg samngat mulia untuk para tuan tuan tersebut y bang
    salam hangat dari blue

  5. julianusginting permalink
    Maret 10, 2010 1:50 am

    ditunggu postingan terbarunya bro….tukeran link yuk bro…😛

  6. Maret 10, 2010 2:56 am

    saia mah bingung au coment apa kalo postnya tentang dewan yg terhormat

  7. Maret 10, 2010 5:52 am

    Century anggap aja dongeng sebelum tidur. Ingat waktu kecil kalo didongengkan cepet tidur. Salam sukses.

  8. Maret 10, 2010 12:27 pm

    bluethunderheart ==> Thanks atas tanggapannya,salam hangat juga.

    julianusginting ==> Oke,segera menyusul..linknya dah q tanam

    peri01 ==>koq bisa bingung toh mbak…heheheh

    alrisblog ==>hahaha…wah ini mungkin saking bosannya dengar century ya mas….

  9. Maret 11, 2010 3:13 am

    kebanyakan dari DPR sok merasa pahlawan membela rakyat,padahal entah rakyat mana yg dibela.. begitu rakyat menuntut melalui demo2 juga nggak didengar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: