Skip to content

Prof.Satjipto Raharjo Sosok Yang Sederhana,Dengan Pemikiran Yang Luar Biasa.

Januari 9, 2010

Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Susilo Wibowo mengatakan, almarhum Prof Satjipto Rahardjo merupakan sosok yang sederhana.

“Kesederhanaan ini yang selalu saya ingat dan dilakukan beliau hingga akhir hayatnya,” katanya seusai melayat di kediaman Prof Satjipto di Jalan Erlangga Semarang, Jumat (8/1/2010).

Menurut dia, banyak pemikiran Prof Tjip (sapaan akrab Satjipto) yang telah disumbangkan untuk kemajuan Undip pada khususnya dan Indonesia umumnya. “Bahkan, setelah pensiun dan hingga akhir hayatnya pun beliau tetap memikirkan kemajuan Undip. Karena itu, kami merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Prof Tjip,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya sangat berharap banyak agar generasi mendatang mampu meneruskan pemikiran dan cita-cita Prof Tjip, terutama dalam penegakan hukum di Indonesia.

Menurut dia, jenazah almarhum akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Besar “Astana Undip” di Tembalang, Semarang, setelah dilakukan penghormatan bagi keluarga besar Undip di Auditorium Undip Pleburan.

“Rencananya, Sabtu (9/1/2010) sekitar pukul 07.30 WIB jenazah akan disemayamkan di Auditorium Undip Pleburan dan pada pukul 08.15 akan dibawa ke pemakaman ‘Astana Undip’,” katanya.

Susilo menambahkan, pihaknya juga berencana menganugerahkan Undip Award yang kedua pada Dies Natalis tahun ini kepada almarhum Prof Tjip atas jasa dan kiprahnya selama ini.

Sementara itu, istri almarhum, Roesmala Dewi mengatakan, Prof Tjip dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sejak 8 Desember 2009 lalu karena menderita radang paru-paru dan lemah jantung.

Selama dirawat di RSPP Jakarta, kata dia, Prof Tjip harus meminum obat sekitar 13 butir dan menghabiskan lima botol infus setiap hari. “Obatnya bermacam-macam, apa kata dokter selalu saya ikuti,” katanya.

Menurut dia, almarhum adalah sosok yang penyabar, lemah lembut, dan sangat bijaksana. Hal itu pula yang membuatnya bahagia menjalani rumah tangga selama 53 tahun dengan Prof Tjip.

“Meskipun sudah tua begini, Bapak setiap pagi tidak pernah lupa mengucapkan ‘Selamat pagi, Cantik’ kepada saya,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Ratusan pelayat tampak terus berdatangan dan banyak karangan bunga yang menghias di sekitar rumah duka, di antaranya dari Mendagri Gamawan Fauzi dan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri.

Pemikiran Satjipto Harus DiteruskaN…….

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Muladi menilai pemikiran Guru Besar Sosiologi Hukum Universitas Diponegoro Prof Satjipto Rahardjo patut diteruskan. Untuk itu, dia mendukung gagasan para mahasiswa untuk mendirikan Institut Satjipto Rahardjo.

“Saya akan dukung karena institut ini dapat mengembangkan kajian-kajian terhadap pemikiran Satjipto Rahardjo soal hukum progresif,” ujar Muladi, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/1).

Muladi turut hadir dalam prosesi pemakaman Satjipto di Kompleks Pemakaman Undip, Tembalang, Kota Semarang.

Muladi menambahkan, pemikiran Satjipto belum dapat diterapkan di Indonesia karena aparat penegak hukum selama ini hanya mengejar kepastian hukum, tidak melihat aspek keadilan dan kemanfaatan. Padahal, hukum dalam pendekatan sosiologi tidak dipandang dari apa yang terdapat dalam undang-undang (UU), tetapi yang ada pada masyarakat.

Aparat seharusnya menafsirkan hukum sesuai dengan konteks sosial pada saat hukum diterapkan serta harus menggali nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat. “Kalau mereka hanya jadi mulut UU akan sangat berbahaya karena UU selalu ketinggalan zaman,” ucap Muladi yang pernah menjadi mahasiswa Satjipto di Undip tahun 1971.

Selain itu, Brigjen (Pol) Agus Wantoro mengemukakan, Satjipto juga diakui sebagai Bapak Reformasi Polri. Ketika mengajar di PTIK, Satjipto selalu menekankan tentang pentingnya perubahan budaya dan perilaku Polri menuju efektivitas penegakan hukum.

” Polri sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan seperti yang selama ini diutarakan Pak Tjip,” kata Agus yang juga pernah menjadi murid Satjipto di tahun 1996.

Sumber : Kompas.com

5 Komentar leave one →
  1. Januari 11, 2010 1:55 am

    link nya sudah saya tanam yah

  2. Januari 11, 2010 10:11 am

    komentarnya ga berhubungan …hehehehe

    tp gpp lah thanks yah dah mampir,ntar q pasang link nya….

  3. Januari 12, 2010 4:23 pm

    bener banget kalo aparat kudu merhatiin konteks sosial juga. jadi engga ada lagi kasus kasus semacam nenek minah yang mencuri kakao terus dipenjara, atau prita yang curhat via email malah kena kasus. giliran artalita yang korupsi gila gilaan malah dipenjara di ruangan eksklusif. penegakan hukum di Indonesia kudu cepet cepet dibenahi

    • Januari 13, 2010 3:59 am

      Hehehehe…betuL bgt mbak..

      IniLah wajah penegak hukum kita sekarang ini..Beraninya cmn pada orang2 yg lemah…

      thanks dah mampiR..

  4. ajengamelia permalink
    Juli 14, 2014 7:03 pm

    saat pertama berkunjung dan berbeda dengan blog yang pernah saya kunjungi blog di sini memberikan banyak info yang terbaru toko jaket kulit jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: