Skip to content

Landreform

Oktober 28, 2009

Pengertian Landreform

Arie sukanti hutagalung, landreform – program redistribusi tanah untuk keuntungan pihak yg mengerjakan tanah & pembatasan terhadap hak-hak individu atas sumber-sumber tanah.

Landreform,sebuah alat perubahan sosial dalam perkembangan ekonomi, selain merupakan manifestasi dari tujuan politik, kebebasan, dan kemerdekaan suatu bangsa.

Tujuan Landreform

Untuk menyempurnakan adanya pemerataan tanah, ada 2 dimensi untuk tujuan ini,

  1. adanya usaha untuk menciptakan pemerataan hak atas tanah di antara para pemilik tanah. Dengan usaha yg intensif, yaitu redistribusi tanah,
  2. utk mengurangi perbedaan pendapatan antara petani besar dan kecil yg merupakan usaha untuk memperbaiki persamaan di antara petani secara menyeluruh Untuk meningkatkan dan memperbaiki daya guna penggunaan tanah

Program Landreform di Indonesia

  • Pembatasan luas maksimum penguasaan tanah
  • Larangan pemilikan tanah secara absentee atau guntai
  • Redistribusi tanah (tanah yang diluar batas maksimum, tanah absentee, bekas swapraja, tanah negara)
  • Pengaturan soal pengembalian dan penebusan tanah-tanah pertanian yg digadaikan
  • Pengaturan kembali perjanjian bagi hasil tanah pertanian
  • Penetapan luas minimum pemilikan tanah pertanian, disertai dengan larangan untuk melakukan perbuatan yang merupakan pemecahan pemilikan tanah-tanah pertanian menjadi bagian-bagian yang terlampau kecil

Penetapan Luas tanah Pertanian

  • UUPA, dlm pasal 17, “luas maksimum/minimum tanah yg boleh dikuasi oleh suatu keluarga /badan hukum; tanah yg merupakan kelebihan dari batas maksimum tersbut diambil oleh negara dengan ganti kerugian, dan selanjutnya dibagikan kepada rakyat”
  • Peraturan pelaksana Landreform adl UU No. 56 Prp Tahun 1960 TTg Penetapan Luas Tanah Pertanian.Induk pelaksanaan Landreform di Indonesia (mnrt Budi Harsono
  • Ada 3 hal yg diatur,1)penetapan luas maksimum pemilikan &penguasaan tanah pertanian, 2)penetapan luas minimum pemilikan tanah pertanian, &larangan u/pemecahan mjd bagian yg terlampau kecil, 3)pengembalian&penebusan tanah pertanian g digadaikan
  • Penetapan luas tersebut, memperhatikan faktor:
  1. tersedianya tanah yg masih dapat dibagi;
  2. kepadatan penduduk;
  3. jenis kesuburan tanah (sawah / tanah kering, ada pengairan yg teratur atau tidak)
  4. besarnya usaha tani yg sebaik-baiknya
  5. tingkat kemajuan teknik pertanian sekarang

Redistribusi Tanah

Pengambilalihan tanah-tanah pertanian yg melebihi batas maksimum oleh pemerintah, kemudian dibagikan kepada para petani yg tidak memiliki tanah

Pemilik tanah diberikan ganti kerugian yang besarnya ditentukan oleh Panitia landreform, atas dasar perkalian hasil bersih rata-rata 5 tahun terakhir (PP No.224 Th. 1961 dan PP No. 41 Th. 1964)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: