Skip to content

Proposal PKM 2 (Persentasi Mahasiswa yang Melakukan aborsi di kota Semarang)

Oktober 26, 2009

JUDUL PROGRAM

PERSENTASE MAHASISWA YANG MELAKUKAN ABORSI DI KOTA SEMARANG

LATAR BELAKANG MASALAH

Menjalani kehamilan itu berat, apalagi kehamilan yang tidak dikehendaki. Terlepas dari alasan apa yang menyebabkan kehamilan, aborsi dilakukan karena terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Apakah dikarenakan kontrasepsi yang gagal, perkosaan, ekonomi, jenis kelamin atau hamil di luar nikah.

Menurut batasan atau definisi, aborsi adalah pengeluaran buah kehamilan dimana buah kehamilan itu tidak mempunyai kemungkinan hidup di luar kandungan. Sedangkan dunia kedokteran berpendapat bahwa janin yang lahir dengan berat badan yang sama atau kurang dari 500 gram tidak mungkin hidup di luar kandungan, meskipun ada laporan kedokteran yang menyatakan bahwa ada janin di bawah 500 gram yang dapat hidup. Karena janin dengan berat badan 500 gram sama dengan usia kehamilan 20 minggu, maka kelahiran janin dibawah 20 minggu tersebut sebagai aborsi.

Saat ini Aborsi menjadi salah satu masalah yang cukup serius,baik itu bagi kalangan ibu maupun para remaja serta bagi para mahasiswa.Dilihat dari tingginya angka aborsi yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia sendiri, angka pembunuhan janin per tahun sudah mencapai 3 juta. Angka yang tidak sedikit mengingat besarnya tingkat kehamilan di Indonesia.Dampak yang paling signifikan terjadi bagi kalangan remaja dan para mahasiswa.Masa remaja secara global berlangsung antara usia 13 sampai dengan 21 tahun. Masa remaja ini dibagi menjadi dua, yaitu masa remaja awal usia 13-18 tahun dan masa remaja akhir usia 18-21 tahun (Hurlock, 1992). Pertumbuhan dan perkembangan fisik dan seksual berlangsung sekitar usia 12 tahun. Pada remaja awal khususnya bagi remaja putri rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi (datang bulan) yang pertama (Zulkifli, 1986). Seorang remaja akhir mengalami kematangan seksual (dalam kondisi seks yang optimum) dan telah membentuk pola-pola kencan yang lebih serius dan mendalam dengan lawan jenis atau berpotensi aktif secara seksual, terutama remaja putri akan lebih sensitif dorongan seksualnya dan memiliki rasa ingin tahu sangat besar dari pada remaja putra (Mappiere, 1982).

Mahasiswa yang merupakan bagian dari remaja dan memiliki tanggung jawab di kampus pun lebih banyak tidak peduli akan kondisi yang terjadi, apabila tidak terjadi kasus besar dan tidak menjadi berita besar, aktivitas seksual dianggap hal biasa yang terjadi seiring perkembangan mahasiswa. Padahal kondisi mahasiswa semakin hari semakin membawa perubahan cukup mencengangkan, terutama pada aktivitas seksual yang semakin hari menunjukkan jumlah dan dampak negatif yang signifikan (Krisanto, 2008).

Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian terutama di kalangan mahasiswa. mahasiswa yang kelak akan menikah dan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang prima sehingga dapat menurunkan generasi sehat (Manuaba, 1998).

Pengetahuan mahasiswa tentang seks pranikah dinilai belum mencukupi. Dari kalangan ini, banyak yang melakukan seks di luar nikah, sementara mereka tidak tahu dampak dari perilaku seks di luar nikah dan seks tidak aman. Selama ini mahasiswa belum menjadi sasaran program kesehatan reproduksi remaja, baik oleh pemerintah maupun kalangan perguruan tinggi.

C. PERUMUSAN MASALAH

Dalam proposal program ini akan diajukan dengan perumusan masalah sebagai berikut;

  1. Seberapa besar persentase mahasiswa di kota Semarang yang melakukan aborsi
  2. Faktor-faktor apakah yang mendorong mahasiswa melakukan aborsi
  3. Bagaimanakah solusi yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengatasi aborsi tersebut

D. TUJUAN MASALAH

Bedasarkan permasalahan di atas, tujuan program kreativitas ini adalah;

  1. Untuk mengetahui jumlah persentase mahasiswa yang melakukan aborsi di kota Semarang
  2. Untuk mengetahui hal-hal yang memicu mahasiswa melakukan aborsi di kota Semarang
  3. Untuk mengetahui solusi yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengatasi aborsi tersebut

E.  LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dalam program kreativitas ini adalah;

  1. Mampu memberikan penghitungan akurasi data mahasiswa yang melakukan aborsi di kota Semarang.
  2. Membuka wawasan bagi para mahasiswa agar tidak melakukan tindakan aborsi
  3. Memberikan pandangan yang lebih baik bagi para mahasiswa tentang resiko yang ditimbulkan oleh aborsi

F. KEGUNAAN PROGRAM

Mengetahui persentase jumlah Mahasiswa yang melakukan aborsi guna mempermudah dan memberi intropeksi diri bagi kinerja penegakan hukum di negara kita. Semua dimulai dari aspek yang terkecil semoga kiranya membuka pandangan buat para mahasiswa dengan mengetahui bahwa perbuatan tersebut menyimpang dari norma dalam kehidupan kita.

Pada dasarnya program ini lebih bermanfaat bagi setiap kalangan mahasiwa,dimana dalam hal ini mereka sama saja dikatakan sebagai pembunuh,bahkan lebih dari itu.

Program ini juga mengajak agar kiranya dengan adanya penelitian ini mahasiswa semakin sadar dan lebih berpikir rasional untuk tidak melakukan aborsi lagi,sebab selain melanggar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat,tindakan ini juga sangat bertentang dengan agama..

Sebuah fenomena akan mendorong fenomena lain akan semakin bertambah. Semua itu akan menjadi angka saja saat kita telaah kedalam. Tetapi hal terpenting adalah saat kita tahu seberapa besar kebobrokan itu dan disitu kita tahu seberapa besar tugas dan usaha untuk meminimalisir dan menyelesaikannya, ini merupakan tugas bersama bagi bangsa kita saat ini

G. TINJAUAN PUSTAKA

Kalangan Mahasiswa sudah masuk dalam sosialisasi kesehatan reproduksi dari BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional),Padahal, potensi terjadinya perilaku seksual di kalangan mahasiswa sangat besar,” ungkap Ketua Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN) Siti Pariani pada Temu Nasional Kesehatan Seksual Mahasiswa di Universitas Katolik Soegiyapranata Semarang.

Nugroho Widyatmono, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang yang tergabung dalam Tim Peneliti Perilaku Seksual Mahasiswa Undip, menyebutkan, kebanyakan mahasiswa melakukan hubungan sekssual karena tidak dapat menahan hasrat. “Kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual tak banyak mereka sadari,” katanya.

Pada pertemuan yang dihadiri 38 universitas dari 14 kota di Indonesia itu, Pariani mengatakan, pengetahuan akan kesehatan reproduksi penting untuk membuat generasi muda pelaku seks pranikah bertanggung jawab atas perbuatannya.

Ada dua faktor yang mendasari perilaku seks pada remaja. Pertama, harapan untuk kawin dalam usia yang relatif muda (20 tahun) dan kedua, makin derasnya arus informasi yang dapat menimbulkan rangsangan seksual remaja terutama di perkotaan (Manuaba, 1998).

Berdasarkan hasil penelitian dari Koordinator Kesehatan Reproduksi Jaringan Epidomologi Nasional, 15% dari 2.224 mahasiswa di 15 Universitas negeri dan swasta telah biasa melakukan hubungan seks diluar nikah (Agustiar, 2007). Hasil survey yang dilakukan Bali Post tahun 2000 di 12 kota di Indonesia yaitu terdapat penerimaan angka kasar sebesar 11% remaja di bawah usia 19 tahun pernah melakukan hubungan seksual dan berpotensi melakukan aborsi, sedangkan 59,6% remaja di atas 19 tahun juga pernah melakukan hubungan seksual dan berpeluang lebih besar untuk melakukan aborsi (Balipost, 2007).

H. METODE PENELITIAN

Dalam penelitian ini ada beberapa tahap pelaksaan penelitian yang dilakuakan sebagai berikut:

  • Identifikasi Masalah

Tahap ini merupakan pengumpulan informasi dengan pendekatan terhadap objek-objek yang akan diteliti. Seberapa besar rumor yang timbul dalam masyarakat tentang hal itu. Bagaimana respon singkat dari orang-orang yang terkait ataupun tidak.

  • Penentuan Variabel

Tahap ini merupakan penentuan universitas yang dijadikan sebagai objek yang ingin diteliti, tanpa mengganggu keberadaan universitas dan mahasiswa yang diteliti. Dan disini pula kita akan menentukan seberapa banyak Mahasiswa yang menjadi bahan penelitian di setiap universitas atau Perguruan Tinggi.

  • Observasi dan  Survei

Tahap ini merupakan inti dari semua yang dikerjakan pencarian data yang diharapkan. Dengan cara mencari sendiri para mahasiswa yang melakukan aborsi dan menanyakan langsung kepada para dokter dan dukun aborsi yang pernah melakukan aborsi si wilayah kota Semarang.

  • Pengumpulan Data

Tahap ini merupakan penghitungan kasar dan pencatatan data yang didapat dari setiap universitas yang diteliti.

  • Analisis Data

Analisis data merupakan penghitungan yang dilakukan dengan melakukan perbandingan dari jumlah yang diteliti ataupun perkembangan data dari yang pernah diteliti sebelumnya.

  • Evaluasi Data

Tahap pemeriksaan keakuratan data yang sudah dihitung, ketepatan, dan kelayakan data untuk dijadikan sebuah karya yang ilmiah yang memenuhi tujuan dan keluaran serta kegunaan yang diharapkan.

  • Penyajian Data

Penyajian data ini merupakan tahap penulisan dan penuangan data dalam bentuk ilmiah yang dapat dipertangungjawabkan keberadaanya serta originalitasnya.

  • Penulisan Laporan Penelitian

Tahap ini memberikan sistematika dan kronologis dan hal-hal yang terjadi dilapangan selama penelitian berlangsung yang disajikan dengan bukti-bukti penelitian dari gambar/foto. Kemudian melampirkannya sebagai hasil dari penelitian ini.

  1. I. JADWAL KEGIATAN PRORAM PENELITIAN

Tabel 1.1

No. Kegiatan

Bulan

1

2

3

4

1. Identifikasi Masalah

+

2. Penentuan Variabel

+

3 Observasi dan Survei

+

+

+

4 Pengumpulan Data

+

+

5 Analisis Data

+

+

+

6 Evaluasi Data

+

+

+

7 Penyajian Data

+

8 Penulisan Laporan Penelitian

+

Keterangan:

Tanda (+) Menandakan saat pelaksanaan Program kegitan

Tanada (-) Menandakan sebelum dan sesudahnya Progran Kegiatan

J. RANCANGAN BIAYA

I. Pemasukan

a.  Dikti                                        : Rp 7.000.000,00

II. Pengeluaran

Persiapan

Pengumpulan informasi awal           : Rp   250.000,00

Penyusunan proposal                        : Rp     50.000,00

Perijinan                                            : Rp   250.000,00

Pengumpulan Data dan Informasi

Perjalanan ke lokasi                          : Rp    550.000,00

Penginapan                                       : Rp    550.000,00

Konsumsi                                          : Rp    500.000,00

Dokumentasi                                                : Rp    450.000,00

Wawancara                                       : Rp    450.000,00

Pengamatan                                      : Rp    300.000,00

Pelaksanaan Program Penelitian

Penyiapan lembar kerja                     : Rp    400.000,00

Editing data                                      : Rp    600.000,00

Reduksi data                                                : Rp    450.000,00

Display data                                     : Rp    350.000,00

Verifikasi data                                  : Rp    400.000,00

Penyusunan Laporan

Penyusunan draft awal                     : Rp   300.000,00

Penyusunan draft kedua                   : Rp   500.000,00

Penyusunan draft akhir                    : Rp   650.000,00

Jumlah total                                      : Rp 7.000.000,00

K. LAMPIRAN

Adapun Lampiran dalam proposal ini adalah Biodata Ketua, anggota dan dosen pendamping.

L. DAFTAR PUSTAKA

http://Aborsi.org.diakses pada 7 November 2009

http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Aborsi,diakses pada 13 November 2009

http://www.google.com/search/Aborsi oleh Mahasiswa,diakses pada 10 November 2009-10-02

http://www.detikNET.co.id, TopTen Reviews yang dikutip
Rabu (28/3/2007) diakses pada 15 November 2009

http://himapid.blogspot.com/2009/03/kesehatan-reproduksi-mahasiswa.html,diakses pada 21 November 2009

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: