Skip to content

PENGULANGAN TINDAK PIDANA (RECIDIVE)

Juni 7, 2009

Recidive menurut KUHP

 

  • tidak diatur secara umum dalam Buku I, tetapi diatr scr khuss utk sekelompok TP ttt baik dalm buku II maupun buku III

 

  • Pemberatan pid krn Recidive hanya dikenakan pd pengulangan jenis2 TP ttt saja dan yg dilakkan dlm tenggang wakt ttt.

 

1. Recidive Kejahatan

a. Recidive thd kej2 ttt yg “sejenis”

Diatur scr tersebar dlm psl 137 (2), 144 (2), 155 (2), 157 (2), 161 (2), 163 (2), 208 (2), 216 (3), 321 (2), 393 (2) dan 303 bis (2).

Pada umumnya psl2 tsb mensyaratkan :

1) kej yg diulangi hrs sama atau sejenis dg kej yg terdahulu;

2) hars sdah ada ptsan hakim berupa PEMIDANAAN yg tlh berkekuatan hkm tetap;

3) melakkan kej sebagai mata pencaharian (khusus ps 216, 303 bis dan 393 syarat ini tdk ada);

4) dilakukan dlm tenggang waktu ttt sesuai psl ybs :

a) 2 thn sejak adanya kep hakim tetap (khuss psl 137, 144, 208, 216, 303 bis dan 321); atau

b) 5 thn sejak adanya kep hakim tetap (pasl 155, 157, 161, 163 dan 393)

 

Mengenai Pemberatan pidana, berbeda – beda :

1) diberikan pid tambahan

2) pid ditambah sepertiga (pasal 216)

3) pid penjara dilipatkan 2 kali (psl 393)


b. Recidive thd kej2 ttt yg dalam “kelompok Jenis”

Diatur dlm pasal 486, 487 dan 488 KUHP.

Pada umumnya psl2 tsb mensyaratkan :

1) kej yg diulangi hrs dlm satu kelompok jenis;

2) hars sdah ada ptsan hakim berpa pemidanaan yg berkekuatan hkm tetap.

3) Pidana terdahlu harus berupa PENJARA.

4) Dalam tenggang wakt ttt :

a) belum lewat 5 thn

-sejak menjalani selurh atau sebagian pid pjr yg dijatuhkan trdahulu;

-sejak pid pjr tsb sama sekali dihapuskan;

b) belum lewat daluwarsa kewenangan menjalankan pid

Pida na : Maks ancaman pid ditambah 1/3

-Utk pasal 486 dan 487 pemberatan hanya thd pid penjara

-Utk pasl 488 bisa thd semua jenis pidana

Kelompok Jenis yg dimaksd adl :

a) dalam pasal 486 (berpa kejht thd harta benda dan pemalsan)

pemalsuan mata uang (244-248), pemalsuan surat (263-264), pencurian (362, 363, 365), pemerasan (368), Pengancaman (369), penggelapan (372, 374, 375), penipan (378), kej jabtan (415, 417,425, 432), penadahan (480,481).

b) dalam pasal 487

penyerangan dan makar (131,140,141), pembunhan (338,339,340) pembunuhan anak (341,342), eutanasia (344) abortus (347,348) penganiayaan (351, 33, 354,355), pembajakan (438-443), insbordinasi (459-460).

c) dalam pasal 488

penghinaan thd Pres/Wapres (134-137), penghinaan kpl negr sahabat (142-144), penghinaan penguasa (207-208), penghinaan umum (310-321), kej penerbitan (483-484).


2. Recidive Pelanggaran

Ada 14 jenis pelanggaran : psl 489, 492, 495, 501, 512, 516, 517, 530, 536, 540, 541, 544, 545, dan 549.

Umumnya memuat syarat :

a. pelanggaran hars sama / sejenis;

b. Sdh ada pts hakim berpa PEMIDANAAN yg tlh berkekatan tetap;

c. Tenggang wakt pengulangan :

-1 tahun utk psl 489, 492, 495, 536, 540, 541, 544, 545, dan 549.

-2 tahun utk psl 501, 512, 516, 517, dan 530.

 

Catatan :

-perhatikan atran dlm psl 536, 492 (2), 540 (2), dan 541 (2).

-Bentuk pemberatan mengikuti atran tiap2 psl ybs. Namun umumnya denda ditingkatkan mjd kurungan, atau pidana dilipatkan 2 kali.

 

7 Komentar leave one →
  1. FH UNNES 05 permalink
    Desember 13, 2010 3:53 am

    tak batak !!!! rai mu elek koyok asu !!!!!

    iki tanah jawa, dudu tanah batak !!!

    unnes kui nenk jawa, dudu nenk batak !!!

    nopo kok BEM FH unnes dikuasai bajingan bajingan batak !!!!?????????

    • dian mandala putra permalink
      April 19, 2011 3:05 pm

      hai kau anjing jngn bawa bawa nama batak…..
      ku makan nanti kepala kau…….. untuk lae silaban jgn takut sama orang kayak ini..

      • April 20, 2011 1:35 pm

        Tidak perlu ditangapi, itu hanya kerjaan orang yg tidak bertanggung jawab…

  2. FH UNNES 05 permalink
    Desember 13, 2010 3:57 am

    tak batak !!!! rai mu elek koyok silit !!!! rai mu elek koyok tempik !!!!

    • Desember 15, 2010 11:10 pm

      ada apa dengan mu sobat..??
      kenapa kamu tiba2 berkata seperti itu,
      kenapa kamu membuat kesimpulan sendiri,
      dan kenapa komentarmu seperti orang yg tidak berpendidikan..

      Apa kamu tidak punya nama??
      atau kah kamu takut menunjukkan identitasmu yg sebenarnya,
      kasihan sekali dirimu kawan..

      oia,satu hal yg perlu kamu tau.aku bukanlah anak BEM..
      dan aku tidak butuh BEM.
      OK Kawan…!!

      • Dian helsinki permalink
        Juni 29, 2012 7:32 am

        ahhh.. gausah ditanggapi lae.. sampah masyarakat itu.. luluspun jadi gelandangan kok itu…

  3. Iftar Aryaputra permalink
    September 27, 2012 4:45 pm

    Dear Rudini,

    kalo ga salah kamu angkatan 2007 ya?

    Tadi saya lagi iseng-iseng mencari tentang recidive, dan ternyata malah ketemu blog saudara. Saya sangat apreciate tulisan-tulisan saudara, terutama kalau menyangkut hukum pidana, karena cuma bidang itu yang saya pahami. hehehe..
    Ada dua hal yang mau saya sampaikan terkait blogmu ini.

    Pertama, saya sangat terkejut dan miris sekali melihat komentar-komentar yang tidak seharusnya ada di blog ini. Alangkah lebih bijaksananya kalau kamu menghapus saja komentar itu. Komentar seperti itu tidak baik kalau dibiarkan saja, apalagi mengandung unsur SARA seperti itu. Jujur, saya sangat terganggu membaca komentar-komentar itu. Ingat, ini adalah situs sosial yang bisa siapa saja meng-akses tulisan ini. Jangan sampai terjadi gap, khususnya bagi kawan-kawan di FH Unnes nantinya. Jadi silakan, untuk memikirkan apa yang saya sarankan.

    Kedua, mengenai materi tulisan saudara, ada baiknya kalau saudara menulis artikel tentang hukum pidana, jangan hanya berorientasi pada KUHP. Melainkan harus berorientasi juga pada nilai-nilai dalam pembaharuan hukum pidana. Hal ini bertujuan juga agar kita lebih siap “menerima” ide-ide dalam RKUHP nantinya. Banyak hal-hal baru yang sebelumnya tidak diatur dalam KUHP, menjadi diadakan di RKUHP, atau ada penambahan-penambahan materi, maupun perluasan-perluasan materi dasar/asas dalam KUHP. Cobalah untuk menulis tentang itu, hal ini akan menjadi nilai plus tulisan saudara. Apalagi kalau saudara bisa menganalisis hal-hal baru dalam RKHUP. Hal ini tentunya akan semakin menjadikan tulisan saudara lebih berbobot. Tidak perlu analisis kritis (karena bukan pada tempatnya analisis kritis dalam “ruang” sekecil ini), cukup analisis sederhana, tapi mendalam.
    Ada banyak referensi untuk itu, tulisan-tulisan Prof Barda saya kira sangat luar biasa dalam mengusung nilai-nilai pembaharuan hukum pidana..
    Terkait recidive dalam tulisan saudara ini, ada suatu perluasan ajaran recidive dalam RKUHP. Sebagai contoh (coba cek) Pasal 146 (3). Saya melihat dalam pasal itu terdapat perluasan doktrin Recidive. Nah, hal-hal seperti itulah yang sekiranya menarik untuk ditulis, jadi jangan hanya berorientasi pada KUHP saja, terlebih apa yang saudara tuliskan, sudah terdapat dalam buku.

    Okey, sekian dari saya, selamat berkarya kembali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: