Skip to content

DPR Takut Sahkan RUU Tipikor??

November 20, 2008

Pembentukan Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kian mendekati tenggat. Akan tetapi, pembahasan rancangan undang-undangnya belum juga selesai.

Apa DPR takut untuk membahas dan mensahkannya,saya sendiri juga tidak tau.

Pengadilan tipikor merupakan salah satu pengdilan yang menangani tindak pidana korupsi di Indonesia,akan tetapi jika dilihat dari keberadaanya lembaga ini sangat memperihatinkan sekali.dimana dalam hal ini,UU untuk pengadilan ini belum tetap dan mengikat karena UU nya belum disahkan secara permanen oleh DPR sebagai badan legislatif.

Mahkamah Konstitusi (MK) membuat keputusan yang mengejutkan pada 19 Desember 2006. Dalam putusan bernomor 012-016-019/PUU-IV/2006, MK mengabulkan permohonan yang diajukan oleh dua terdakwa kasus korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yaitu Mulyana W Kusumah dan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin. Gugatan juga diajukan Capt Tarcisius Walla.
Dengan putusan itu, MK membatalkan keberadaan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pemerintah baru menyerahkan draf RUU Pengadilan Tipikor ke DPR pada pertengahan Agustus. Akan tetapi, karena anggota DPR dalam masa reses sejak 18 Juli 2008, draf RUU baru dilaporkan pada Sidang Paripurna 16 Agustus. Pemerintah beserta DPR berkesempatan membuat UU tentang Pengadilan Tipikor hingga 19 Desember 2009.

Dalam hal ini,apakah ini yang disebut dengan Negara hokum yang sesuai dengan progresif? dengan dilepasnya dua terdakwa kasus korupsi tersebut kita aka sadar bagaimana sebenarnya situasi yang terjadi di lembaga pemerintahan kita,

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: