Skip to content

“PROFIL KEBERADAAN PEKERJA SEKS KOMERSIL(PSK) DI SUNAN KUNING (Suatu Penelitian Sosiologi Kriminal)”

Juni 7, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Beragam pandangan orang terhadap kehidupan pelacuran mengental dalam dimensinya masing-masing,mengetuk atau bersimpati terhadap mereka yang melata dan menggelempar lembaran-lembaran rupiah dengan modal tubuh itu.Pelacuran atau pekerja seks komersial (PSK) dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan yang bersifat menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan-perbuatan seksual dengan mendapat upah.

Pelacuran menjadi hal yang problematis.Disatu sisi, dalam stigna ajaran agama,pelacuran merupakan kemungkaran dan dosa.sementara disisi lain,pelacuran adalah kenyataan yang sulit diberantas,bahkan kian mewabah dengan segala hal yang melatarinya.

Perempuan PSK dalam menjalani pekerjaannya mempunyai alasan-alasan yang berbeda-beda akan tetap pada umumnya adalah mencari uang.Menjadi pelacur tidak hanya bermodal tubuh saja,tapi juga kepiawaian dalam menjalin relasi pelanggan serta sarat kompetisi.

Pelacur adalah pekerja jasa,karenanya harus sadar betul bagainmana meleyani tamu,kendati hatinya berontak.Bagaimanapun,pelacur juga seorang manusia biasa hanya saja mereka tidak sehat secara sosial akibat dari masalah sosial.

Diberbagai daerah selalu ada tempat-tempat yang menyediakan kegiatan pelacuran baik secara resmi maupun sembunyi-sembunyi dan tetap bertahan hingga kini,seperti halnya di Sunan Kuning Semarang,yang menjadi tempat mangkalnya para PSK.Mereka berada di rumah-rumah bordil untuk menjajakan diri.

Keberadaan kegiatan pelacuran di Sunan Kuning Semarang sudah lama ada yaitu pada tahun 1986,berawal dari Perumahan masyarakat desa Sunan Kuning kemudian sejalan dengan perkembangan masyarakat,banyak orang pendatang yang menginvestasikan rumah di daerah tersebut untuk digunakan sebagai perumahan sewa. Akan tetapi rumah tersebut kemudian digunakan para pengusaha untuk bisnis pelacuran.

Para PSK di Sunan Kuning kurang lebih berjumlah 250 orang ,mereka berasal dari Blora,Solo,Surabaya,dan kebanyakan orang Semarang asli.Alasan para PSK ini memilih Sunan Kuning untuk dijadkan tempat pelacuran ,berdasarkan pengamartan awal peneliti karena mereka menganggap di Sunan Kuning sedikit persaingan di banding dengan tempat-tempat pelacuran lainnya.

B.Perumusan Masalah.

Dalam kehidupan sehari-hari PSK mempunyai siklus yang hampir sama yaitu bangun tidur,makan,mandi,kemudian mangkal adri malam hari sampai menjelang pagi.Sepanjang mangkal ia dapat langsung menawarkan diri pada para lelaki hidung belang,mereka rutin menjalani kegiatan itu.Berdasarkan uraian ini maka peneliti mengambil suatu permsalahan antara lain;

1. Apa yang menyebabkan perempuan menjadi PSK

2. Bagaiman pandangan agama dan adat-istiadat dalam menanggapi fenomena PSK di Sunan Kuning

3. Bagaimana pandangan masyarakat terhadap kegiatan pelacuran di Sunan Kuning.

C.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

1) Untuk memenuhi tugas kriminologi.

2) Untuk mengetahui pandangan agama dan adat-istiadat dalam menanggapi fenomena PSK di Sunan Kuning

3) Untuk mengetahui apa yang menjadi faktor para perempuan menajdi PSK

4) Untuk mengetahiu pandangan masyarakat terhadap kegiatan PSK di Sunan Kuning.

D.Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:

1) Secara Teoritis:Menambah kehasan pengetahuan tentang perilaku PSK secara utuh ditinjau dari aspek ekonomi,sosial budaya,dan religi atau keagamaan.

2) Secara Praktis:Dapat digunakan sebagai informasi tentang kegiatan pelacuran sehingga dapat membantu Pemda,LSM,dan Dinas Sosial dalam menagani kasus pelacuran.

E.Metode Penelitian

1. Identifikasi Masalah

Tahap ini merupakan pengumpulan informasi dengan pendekatan terhadap objek-objek yang akan diteliti. Seberapa besar minat para perempuan menjadi PSK dan hal-hal apa yang menjadi fakteo pendorong bagi mereka untuk mengambil keputusan sebagai PSK. kemudian menyusun sistem data dengan pendekatan dengan tiap-tiap calon narasumber.

Dari pendekatan dengan mempelajari fenomena itu muncul hipotesi dari peneliti bahwa apa sebenarnya yang terjadi dibalik kehidupan para PSK yang rela menjajakan tubuhnya kepada para lelaki hidung belang.

Hal-hal tersebut menimbulkan hipotesis merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya. Sehingga menjelaskan masalah PSK memusat dan memilki tujuan yang jelas. Dari tahap hipotesis akan muncul penjelaskan variabel-variabel yang akan diuji dan pedoman memilih metode analisis data sehingga dasar untuk membuat kesimpulan penelitian tidak rancu dan saling berhubungan.

2. Penentuan Variabel

Tahap ini merupakan penentuan variabel penelitian untuk mendapat mengetahui gejala dan sumber masalah dari fenomena PSK di Sunan Kuning.Sebagai objek yang diteliti adalah para PSK itu sendiri.

3. Observasi dan Survei

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat) fenomena sosial ini berlangsung, pelaku yang berpartisipasi langsung dalam melayani para tamunya setiap hari.

Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.

4. Pengumpulan Data

Beberapa pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, yaitu wawancara.Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini wawancara proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, tanpa menggunakan pedoman wawancara. Informan atau narasumber sudah terlibat dalam kehidupan fenomena social ini yang relatif lama. Saat mewawancarai responden peneliti menggunakan intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas pertanyaan, kepekaan nongramatikal (bahasa sehari-hari) memulai dengan pertanyaan yang mudah dengan perbandingan informasi fakta yang diterima seputar warnet yang menyimpan video porno, dengan menghindari pertanyaan multitafsir dan bersifat pribadi. Mengulang kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi negative bagi informan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Apa yang menyebabkan para perempuan menjadi PSK.

Para wanita yang terjun ke dunia pelacuran ada yang karena secara terpaksa (terdesak keadaan) serta ada yang dengan sukarela.Tetapi yang paling utama yaitu adanya permintaan dari kaum laki-laki sehingga meningkat pula penawan adri para pelacur .

Koentjoro(2004:53) menyebutkan ada beberapa faktor perempuan menjadi pelacur,diantaranya adalah rendahnya standar moral,kemiskinan,rendahnya pendapatan keluarga,rendahnya pendidikan,dan keinginan untuk memperoleh status sosial.

Sementaera itu H.Ali Akbar,menemukakan 6 faktor mengapa perempuan menjadi pelacur yakni:

1. Tekanan ekonomi.Karena tidak ada pekerjaan,terpaksa mereka hidup menjual diri sendiri dengan jalan dan cara yang paling mudah.

2. Karena tidak puas dengan posisi yang ada.Walaupun sudah mempunyai pekerjaan ,belum puas juga karena tidak bisa membeli barang-barang perhiasan yang bagus dan mahal.

3. Karena kebodohan,tidak mempunyai pendidikan atau intelegensi yang baik.

4. Cacat kejiwaan

5. Karena sakit hati,ditinggalkan suami atau setelah dinodai kekasihnya ditinggalkan begitu saja.

6. Karena tidak puas dengan kehidupan seksualnya atau hiperseksual.

C.H.Rolpholn dalam bukunya Women of the streets mengemukakan hasil tentang keadaan individu dan sosial yang dapat menyebabkan seorang wanita menjadi pelacur tersebut:

1. Rasa terasing dari pergaulan atau rasa diasingkan dari pergaulan hidup pada suatu masa tertentu dalam hidupnya.

2. Faktor-faktor yang aktif dalam keadaan sebelumya diputuskan melacurkan diri.Dalam kenyataan,ini merupakan sebab langsung,tetapi hampir selalu dan hanya mungikin terjadi karena keadaan sebelumnya yang memungkinkan hal tersebut terjadi.

3. Tergantung pada kepribadiaan wanita itu sendiri yang berhubungan erat dengan pengalaman masa lalu dan situasi masa kininya.

Sekian banyak pandangan teoritis perihal penyebab seseorang perempuan menjadi pelacur.Berdasarkan pandangan teoritis dan pendapat-pendapat para ahli tersebut,maka faktor yang dipahami paling mempemngaruhi dalam menuntut perempuan untuk menjadi pelacur yaitu faktor ekonomi.selain faktor ekonomi mereka juga menyatakan bahwa pengaguran atau tidak memiliki pekerjaan dan keterampilan didukung rendahnya pendidikan,hal itu menyebabkan perempuan memasuki dunia perdagangan seks.

2.2. Bagaiman pandangan agama dan adat-istiadat dalam menanggapi fenomena PSK di Sunan Kuning.

Sejak jaman dahulu, para pelacur selalu dikecam atau dikutuk oleh masyarakat,karena tindakannya yang tidak susila dan tindakannya dianggap mengotori sakraltas hubungan seks.Mereka disebut-sebut melanggar norma moral,adat dan agama,bahkan kadang-kadang juga melanggar norma Negara,apabila Negara tersebut melarangnya dengan undang-undang atau peraturan.

Norma adat pada galibnya melarang pelacuran .Akan tetapi,setiap daerah itu tidak sama pereturannya,dan kebanyakan tidak tertulis.pelanggaran pelacuran itu berdasar alasan tidak mengnhargai diri wanita,diri sendiri,penghinaan terhadap istri dari pria-pria yang melacurkan diri,tidak menghormati kesucian perkawinan,menyebabkan penyakit kotor,dan mengganggu keserasian perkawinan.

Norma agama juga pada umumnya melarang pelacuran.Dalam firman Allah menyebutkan”Dan janganlah kamu sekali-kali melakukan perzinaan,sesungguhnya perzinaan itu merupakan perbuatan yang keji,tidak sopan dan jalan yang buruk.”Sebab,perzinaan yaitu persetubuhan antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan ia melanggar kesopanan, merusak keturunan, menyebabkan penyakit kotor, menimbulkan persengketaan ketidak rukunan keluarga, dan malapetaka lainnya.

Tuhan menganjurkan perkawinan,dan melalui perkawinan itu dapat di bangun rumah tangga yang syah dan bahagia.sedangkan perzinaan dipandang sebagai perbuatan yang keji dan jalan yang keliru dalam kehidupan manusia.

Dari beberapa ajaran baik norma adat dan norma agama ternyata pelacuran benar-benar dilarang dan dikecam manusia karena pelacuran merupakan tingkah laku yang tidak susila.

3. Bagaimana pandangan masyarakat terhadap kegiatan yang dilakukan di Sunan Kuning.

Berger (1992) mengatakan bahwa eksistensi manusia selalu berorientasi ke masa depan. Manusia berada dengan secara tepat memperluas adanya menuju masa depan, baik dalam kesadarannya maupun dalam segala aktifitasnya. Karena setiap individu memilki hak untuk memendang masa depan dari dirinya sendiri, begitu juga para perempuan yang ada di sunan kuning mereka juga memikirkan masa depan. Jadi kegiatan yang diakukan perempuan di sunan kuning, secara luas banyak pandangan ataupun pendapat yang dikemukakan oleh masyarakat terhadap hal tersebut. Semakin mengarah ke masa depan, masyarakat kelihatan memandang hal tersebut biasa saja atau malah tidak masalah dengan apa yang dilakukan mereka tetapi ada beberapa masyarakat yang memandang hal tersebut adalah bagian dari kejahatan dan merupakan dosa. Kesemuanya dari pandangan tersebut sah-sah saja dilakukan setiap individu masyarakat, tergantung apakah kegiatan tersebut dipandang mengganggu ketentraman, ketertiban dari masyarakat itu sendiri. Dan begitu juga pendapat dari beberpa masyarakat yang terletak ataupun berdekatan dengan sunan kuning itu sendiri.

Hal di atas bisa dipandang dari banyak sudut, tetapi kita harus tetap memandang apa yang terjadi di sunan kuning secara positif, dan hal itu seharusnya membuat hati kita terbuka untuk mengerti dan memahami setiap tindakan yang mereka lakukan itu merupakan hal yang terbaik untuk mereka terlebih terhadap masa depan mereka.

BAB III

KESIMPULAN

Kesimpulannya adalah bahwa pekerja seks komersial itu sendiri baik dan tidak baiknya dapat dilihat dari banyak sudut. Apabila dilihat dari sudut agama, adat-istiadat dan masyarakat secara umum maka dapat diakatan hal tersebut ataupun pekerjaan tersebut tidak baik, merupakan bagian dari dosa dan kejahatan, tetapi kalau kita lihat dari pekerja itu sendiri aka dapat dikatakan bawa menurut mereka itu merupakan yang terbai bagi mereka walaupun ada sebagian kecil juga merasa itu bukan yang terbaik bagi mereka.

Setiap Pekerja Seks Komersial (PSK) memiliki faktor yang menyebabkan mereka melakukan pekerjaan tersebut. Dan meneurut kelompok kami bahwa perempuan yang bekerja sebagai PSK diakibatkan, antara lain :

Ø Tekanan ekonomi.Karena tidak ada pekerjaan,terpaksa mereka hidup menjual diri

Ø sendiri dengan jalan dan cara yang paling mudah.

Ø Karena tidak puas dengan posisi yang ada.Walaupun sudah mempunyai pekerjaan ,belum puas juga karena tidak bisa membeli barang-barang perhiasan yang bagus dan mahal.

Ø Karena kebodohan,tidak mempunyai pendidikan atau intelegensi yang baik.

Ø Cacat kejiwaan, Karena sakit hati,ditinggalkan suami atau setelah dinodai kekasihnya ditinggalkan begitu saja.

Ø Karena tidak puas dengan kehidupan seksualnya atau hiperseksual

About these ads
9 Komentar leave one →
  1. alvius permalink
    November 25, 2009 9:28 am

    bleh jg tuhhhh…

  2. Maret 19, 2011 6:54 pm

    juilah perbuatan maksiat

  3. Maret 21, 2011 4:23 pm

    @alvius : apanya yg boleh..??

    @mendung : betul…

  4. EKO permalink
    Maret 23, 2011 6:58 am

    psk= adol lulang bolong, dagangane kemroncong,duit ora kelong ,sing nganggo ndomblong,nek wis nganggo atine bloooooooong

  5. April 8, 2011 10:33 pm

    Buat Makalah ya MAs?
    thanks sharingnya

  6. April 13, 2011 3:15 pm

    good,,,,,,,,,,\
    sistematis

  7. Mei 7, 2011 4:44 pm

    Meskipun pekerja sex komersial (PSK) dilakukan karna keterpaksaan atau tekanan lain itu tetap perbuatan dosa dan dilarang oleh agama. Pada masuk neraka lo…

  8. - V - permalink
    Desember 18, 2011 4:15 pm

    tugas UAS sosio kelar deh.. thanks banget yah
    rate 5 gan wkwkwk

  9. Desember 24, 2011 5:25 pm

    salah kamar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 204 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: